Bukan Waktu Adalah Uang, Melainkan Waktu Adalah Ibadah

Ada istilah atau ungkapan yang menyatakan bahwa waktu adalah uang, ungkapan tersebut tidaklah asing kita dengar. akan tetapi kita yang sebagai umat muslim seharusnya mampu menganalisis ungkapan tersebut, kenapa waktu adalah uang, bukan waktu adalah ibadah?

Pixabay.com

Bukan Waktu adalah Uang, Melainkan Waktu adalah Ibadah

Jika kita menaati bahwa waktu adalah uang, apakah setiap waktu kita hanya untuk digunakan untuk mencari dan mendapatkan uang, padahal uang memiliki sifat duniawi saja yang hakikatnya hanya kesenangan sementara. Bekerja siang dan malam, berbisnis, dan lain sebagainya hanya untuk mendapatkan uang, padahal sudah jelas uang tidak menjamin kebahagiaan, karena uang juga dapat menghancurkan, karena uang kita lalai dengan tuhan, karena uang kita bisa bertengkar, karena uang iman kita bisa runtuh, dan lain sebagainya. inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang berprinsip “waktu adalah uang”

setiap waktu, setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik yang kita gunakan dalam semua aktifitas akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita sebagai seorang muslim harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya serta senantiasa segala aktivitas yang kita lakukan harus kita niatkan hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT (lillahi ta’ala).

Firman Allah SWT:
“Demi Masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” ( QS. Al Ashr: 1-3)

Ayat tersebut telah menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila mereka tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah SWT secara untuk melakukan dan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr : 18)

Banyak sekali orang yang telah membuang-buang waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menyia-nyiakan waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi.

Oleh karena itu gunakanlah waktu sebaik mungkin, karena:

  1. Waktu akan habis dan berlalu dengan cepat.
  2. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali
  3. Waktu yang kita gunakan hanya untuk hal-hal yang mendatangkan manfaat, baik dunia maupun akhirat
  4. Waktu yang kita gunakan untuk memperbanyak berbuat kebaikan
  5. Waktu adalah modal terbaik bagi manusia. Karena waktu adalah wadah bagi setiap amal perbuatan manusia.
  6. Waktu yang kita gunakan dalam semua aktifitas akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.
  7. Sebaik-baik waktu yang kita gunakan sebaiknya bernilai Ibadah.

Jika kita dapat menggunakan dan memanfaatkan waktu yang telah Allah SWT berikan kepada kita untuk selalu meningkatkan keimanan, ilmu, amal shaleh, dan berdakwah di jalan Allah, maka kita akan menjadi orang yang sukses dan mendapatkan keberuntung di dunia serta di akhirat.

Tapi sebaliknya, jika kita gagal dalam menggunakan dan memanfaatkan waktu yang telah kita lewati untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ilmu, amal sholeh dan berdakwah di jalan Allah SWT , maka ia dipastikan akan menjadi orang yang merugi di dunia dan terlebih lagi di akhirat.

 

islami21c.com

Oleh karena itu mari kita rubah perinsip hidup kita, dari “waktu adalah uang” menjadi “WAKTU ADALAH IBADAH”. Karena apabila setiap saat, setiap waktu yang kita kerjakan adalah ibadah dengan niat karena Allah SWT sehingga apa yang kita lakukan bernilai ibadah, maka hidup kita akan merasakan kebahagiaan didunia maupun akhirat kelak.

 

Semoga artikel ini dapat memberikan Manfaat bagi kita semua. jika ada tambahan silahkan sampaikan dikolom komentar, dan apabila ada kesalahan mohon diberi penjelasan yang benar, agar semua tidak keliru dalam memahami.

“Lihatlah apa yang disampaikan, jangan lihat siapa yang menyampaikan”

marimembaca.com

Leave a Reply