Inilah Macam-Macam Puasa Sunnah Dalam Islam Serta Keutamaanya

Puasa Sunnah Dalam Islam – Puasa merupakan suatu tindakan yang apabila dilaksanakan bernilai ibadah, sehingga puasa di anjurkan untuk seluruh umat manusia.

Puasa juga merupakan suatu amalan yang sangat mulia, diantaranya memiliki ganjaran seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim)

pondokislami.com

Inilah Macam-Macam Puasa Sunnah Dalam Islam Serta Keutamaanya

Puasa sunnah merupakan puasa yang jika di laksanakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Pada kesempatan kali ini paluipintik akan memberikan sedikit penjelasan tentang macam-macam puasa sunnah dalam islam yang perlu kita ketahui, karena puasa sunnah merupakan puasa yang di anjurkan oleh Nabi kita Muhammad SAW. Berikut pemaparannya.

Puasa Sunnah Dalam Islam

Puasa Sunnah Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa arafah merupakan puasa yang di lakukan pada hari ke 9 dzulhijjah untuk mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Di dalam hadits Nabi SAW mengatakan:

“Tiada amal soleh yang di lakukan pada hari-hari yang lain, yang lebih di sukai pada hari-hari ini (Sepuluh hari pertama dalam bulan Dzulhijjah) karena dapat menghapuskan dosa-dosa kecil dalam dua tahun yaitu tahun lalu dan tahun yang sedang di jalaninya” (HR. Bukhari)

Asy Yaikh Abdullah Al Bassam mengatakan dalam kitab Al Hikam bahwasanya:

“Puasa hari Arafah adalah puasa sunnah yang paling utama, berdasarkan ijma’ dan para ulama”

Keutamaan melaksanakan puasa ini adalah dihapuskannya diosa-dosa di tahun yang lalu dan dosa-dosa ditahun yang akan datan, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim )

Puasa Sunnah Tasu’a (9 Muharram)

puasa sunnah tasu’a merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari ke 9 di bulan muharram untuk mendampingi puasa yang akan di laksanakan pada ke esokan harinya yakni puasa asyura. Puasa ini di laksanakan agar dapat menjadi pembeda antara puasa yang dilaksanakan oleh  umat muslim dengan puasa yang dilaksanakan umat yahudi dan nasrani

Rasulullah SAW bersabda:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ ». قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya pada tanggal 10 Muharram itu adalah hari yang di agungkan oleh orang yahudi dan nasrani, lalu Rasulullah menjawab yang artinya: “Jika datang tahun depan isyAllah kita menjalankan puasa tanggal 9 Muharram.” Ibnu Abbas melanjutkan, namun belum sampai Muharram tahun depan Rasulullah sudah wafat.” (HR. Muslim)

Puasa Sunnah Asyura (10 Muharram)

Puasa asyura merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari ke 10 di bulan muharram setelah melaksanakan puasa sunnah tasu’a pada hari ke 9 muharram.

Adapu keutamaan dalam menjalankan ibadah puasa di hari asyura iyalah dapat menghapus dosa sepanjang tahun yang telah berlalu, sesuai dengan hadits Nabi SAW:

“Rasullah saw pernah di tanya mengenai puasa di hari Asyura dan beliau menjawab Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim)

Puasa Sunnah Senin dan Kamis

Puasa sunnah dihari senin dan kamis merupakan puasa yang sering dilakukan Nabi SAW. Sesuai sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurrairah RA:

“Rasulullah adalah orang yang paling banyak menjalankan ibadah puasa hari senin dan kamis, dan ketika beliau di tanya tentang alasanya, beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan di persembahkan pada hari senin dan kamis.” maka Allah akan mengampuni dosa setiap muslim kecuali orang yang bermusuhan.” maka Allah berfirman, Tangguhkan keduanya.” (HR. Ahmad)

Adapun keutamaan dalam menjalankan ibadah puasa di hari senin dan kamis, sesuai sabda Nabi SAW:

“Segala amal perbuatan manusia di periksa pada hari senin dan kamis oleh malaikat, oleh karena itu aku senang di periksa semua amal perbuatanku ketika aku sedang berpuasa.”

Puasa Sunnah Nabi Daud

Puasa sunnah Nabi Daud merupakan puasa yang dilaksanakan secara berganti hari, yakni sehari puasa kemudian seharinya lagi tidak. Rasulullah SAW bersabda:

“Maka berpuasalah kamu sehari dan berbuka sehari, inilah yang di namakan puasa daud as, dan ini adalah puasa yang paling afdhal, lalu aku berkata sesungguhnya aku mampu berpuasa lebih dari itu, maka Nabi sallAllahu alaihiwassalam, bersabda, “Tidah ada puasa yang lebih afdhal dari itu.” (HR. Bukhari)

 Puasa ini merupakan puasa yang paling disukai oleh Allah SWT seperti mana yang disampaikan Rasulullah SAW dalam Hadits:

أحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ، وَأحَبُّ الصَّلاةِ إِلَى اللهِ صَلاةُ دَاوُدَ: كَانَ يَنَامُ نِصْفَ الليل، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَكَانَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَيَصُوْمُ يَوْمًا

“Puasa yang paling di sukai oleh Allah adalah puasanya Nabi Daud, shalat yang paling di sukai oleh Allah adalah shalatnya Nabi Daud, beliau biasa tidur separuh malam dan terbangun sepertiganya, kemudian tidur seperenamnya, beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun keutamaan melaksanakan puasa Nabi Daud yakni:

  • Membuka pintu rezeki
  • Memiliki sifat istiqomah
  • Dapat menahan emosi
  • Terpelihara dari berbagai macam perbuatan maksiat
  • Mendapatkan ketentraman hidup
  • Menjadikannya selalu bersyukur kepada Allah SWT
  • Menimbulkan akhlak yang baik
  • Dikaruniai pemikiran yang positif, kreatif serta inovatif
  • Menimbulkan keharmonisan dalam berumah tangga

Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban

Puasa sunah merupakan puasa yang sangat diajarkan juga oleh Nabi SAW. Disunahkan untuk memperbanyak puasa pada bulan ini, sesuai dengan hadits Nabi SAW:

“Adalah Rasulullah saw berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak pernah berbuka, dan beliau berbuka sampai kami katakan tidak pernah berpuasa, saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan, dan saya tidak pernah menyaksikan beliau berpuasa lebih banyak dari bulan sya’ban.”  (HR. Bukhari Muslim dan Abu Daud)

Keutamaan melaksanakan ibadah puasa ini adalah dimana pada bulan ini diangkatnya semua amalan-amalan kepada Rabb semesta alam, yang mana telah disampaikan oleh Nabi SAW dalam haditsnya:

“Saya berkata  “Ya Rasulullah saya tidak melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan sya’ban.” Maka beliau bersabda, “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan, dan merupakan bulan di dalamnya di angkat amalan-amalan kepada Rabbul alamin dan saya menyukai amalan saya di angkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i)

Puasa Sunnah pada bulan syawal (puasa 6)

Puasa sunnah di bulan syawal merupakan puasa yang dilaksanakan 6 hari, baik itu secara berturut-turut maupun secara terpisa selama bulan syawal. Akan tetapi melaksanakan secara berturut-turut itu lebih baik, karena menunjukkan sifat bersegara dalam melaksanakan kebaikan.

Keutamaan melaksanakan puasa ini adalah sama halnya dengan puasa selama satu tahun, seperti yang disampaikan Nabi SAW dalam haditsnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim )

Puasa Sunnah 3 Hari Setiap Bulan pada bulan Hijriyah

Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai)

Dalam hadits lain Rasulullah SAW mengatakan:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1.) berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2.) mengerjakan shalat Dhuha, 3.) mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)

uzone.id

Nah… inilah kiranya tentang macam-macam puasa sunnah dalam islam yang perlu kita ketahui, semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua sehingga dapat memahami dan mengamalkan apa yang telah di ajarkan dan di anjurkan oleh nabi kita Muhammad SAW.

Leave a Reply