Inilah Jenis Dan Macam-Macam Najis Serta Cara Mensucikannya

Macam-Macam Najis – dalam ajara islam, najis merupakan suatu kotoran yang dapat kita artikan sesuatu yang kotor dan jijik sehingga dapat menimbulkan terhalangnya seseorang untuk melakukan ibadah seperti sholat.

Nah pada kali ini paluipuntik akan memberikan sedikit penjelasan mengenai macam-macam najis yang perlu kita ketahui, karena peting bagi kita sebagai umat muslim untuk menjaga tubuh dari sesuatu yang najis, sebab hal ini termasuk dalam salah satu syarat sahnya sholat wajib

macam-macam najis

Jenis Dan Macam-Macam Najis Serta Cara Mensucikannya

Didalam fiqih, macam-macam najis terbagi menjadi tiga yakni najis mukhaffafah, najis mutawassithah dan najis mughalladhah, seperti yang ditulis oleh syekh salim bin sumair al hadlrami dalam kitabnya Safinatu Najaa, yakni:

“Fashal, najis ada tiga macam: mughalladhah, mukhaffafah, dan mutawassithah.Najis mughalladhah adalah najisnya anjing dan babi beserta anakan salah satu dari keduanya. Najis mukhaffafah adalah najis air kencingnya bayi laki-laki yang belum makan selain air susu ibu dan belum sampai usia dua tahun. Sedangkan najis mutawassithah adalah najis-najis lainnya.”

Jenis-Jenis Najis

Sebelum membahas tentang macam-macam najis terlebih dahulu kita mengetahui jenis najis, yakni najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah. Najis ‘ainiyah merupakan najis yang memiliki warna, bau serta rasa sehingga dapat dikatagorikan bahwa najis ‘ainiyah ialah najis yang masih memiliki wujud. Sedangkan najis hukmiyah merupakan najis yang tidak memiliki warna, bau dan rasa sehingga najis ini merupakan najis yang tidak memiliki wujud namun secara hukum masih dihukumi najis.

Macam-Macam Najis

Seperti penjelasan di atas macam-macam najis terbagi menjadi 3, yakni sebagai berikut:

1. Najis Mughalladhah

macam-macam najis

Najis mughalladhah merupakan najis yang tergolong berat yang mana najis ini harus dibasuh atau disucikan dengan 7 kali basuhan dengan air yang bercampur tanah. Contoh najis ini antara lain sebagai berikut:

  1. Menyentuh sengaja atau tidak dengan babi
  2. Terkena air liur anjing
  3. Hewan keturunan anjing dan babi

2. Najis Mukhaffafah

macam-macam najis

Najis mukhaffafhah merupakan najis ringan, yang mana najis ini antara lain sebagai berikut:

  1. Air kencing dari bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun
  2. Air madzi, yakni air yang keluar dari kemaluan akibat rangsangan.

3. Najis Mutawassithah

macam-macam najis

Najis mutawassithah merupakan najis sedang. Najis ini terbagi dua jenis, yakni najis ‘ainiyah atau najis yang memiliki wujud dan najis hukmiyah atau najis yang tidak Nampak wujudnya. Contoh najis ini antara lain sebagai berikut:

  1. Kotoran manusia
  2. Darah haid
  3. Air mani yang cair
  4. Arak atau minuman keras
  5. Kotoran hewan (hewan yang haram dimakan)
  6. Bangkai hewan kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang.

Cara Mensucikan Najis

Setelah kita mengetahui jenis dan macam-macam najis kita harus tau pula bagaimana cara mensucikan najis-najis tersebut, yakni:

Najis Mughalladhah

Najis mughalladhah atau najis yang disebabkan oleh anjing dan babi kita dapat mensucikannya dengan tujuh kali cucian yang mana pada cucian pertama menggunakan tanah. Sebagaimana hadits Nabi SAW:

cara mensucikan bejana dari seseorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, cucian yang pertama menggunakan tanah” (HR. Al Bukhari, Muslim).

Najis mughalladhah juga dapat kita sucikan dengan membasuhnya menggunakan air sebanyak tujuh kali basuhan, yang mana pada salah satunya kita campur dengan debu.

Adapun pencampura antara air dengan debu tersebut dapat kita lakukan dengan 3 cara, yakni sebagai berikut:

  • Cara yang lebih utama dibandingkan dengan cara lain yaitu mencampur air dengan debu secara bersamaan yang kemudian letakkan pada tempat yang terkena najis.
  • Meletakkan debu terlebih dahuli ditempat yang terkena najis kemudian sirami air mencampur keduanya, setelah itu dibasuh.
  • Memberikan air terlebih dahulu pada tempat yang terkena najis kemudian beri debu dan mencampur pada keduanya dan setelah itu dibasuh.

Najis Mukhaffafah

Kita tahu bahwa najis mukhaffah ialah najis yang merupakan air kencing dari bayi yang mana bayi tersebut belum makan dan minum kecuali ASI serta belum berumur 2 tahun. Najis ini dapat kita sucikan dengan cara memercikkan air pada tempat yang terkena najis yang mana dilakukan dengan memercikkan air dengan kuat serta mengenai seluruh tempat yang terkena najis tersebut serta air yang digunakan lebih banyak dari pada air dari najis tersebut. Setelah itu kita dapat mengeringkannya.

Adapun perbedaan cara mensucikan najis dari air kencing anak/bayi laki-laki dan perempuan yakni Seperti pada hadits Nabi SAW:

Air kencing anak perempuan itu dicuci, sedangkan air kencing anak laki-laki itu dipercikkan” (HR. Abu Daud, An Nasa’i).

Adapun untuk membersihkan najis dari madzi adalah sebagaimana hadits dari ali bin abi thalib RA berkata:

Miqdad bin Al Aswad mengutusku kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lalu aku bertanya mengenai madzi yang keluar dari seseorang, bagaimana menyikapinya? Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘berwudhulah dan percikkan kemaluanmu dengan air‘” (HR. Muslim).

Najis Mutawassithah

Najis ini dapat kita sucikan dengan cara menghilangkan terlebih dahulu ‘ainiyahnya sehingga tidak ada lagi warna, bau dan rasa dari najis tersebut, kemudian baru kira siramkan dengan air yang suci lagi mensucikan pada tempat yang terkena najis tersebut.

 

Sedikit tambahan, selain dari ketiga macam-macam najis diatas terdapat pula macam macam najis lainnya yakni seperti najis ma’fu. Najis Ma’fu adalah najis yang dimaafkan. Najis ini merupakan najis yang tidak perlu dicuci atau dibasuh. Sebagai contoh dari najis ini adalah bangkai yang tidak mengalir darah atau keluar darah atau nanah dari kulit namun dengan jumlah yang sedikit, serta air dari lorong yang mengandung banyak kotoran yang mana air tersebut memercikan sedikit dan sulit untuk dihindari.

 

Nah, Itulah tadi pembahasan mengenai Jenis dan Macam-macam Najis serta cara mensucikannya, semoga bermanfaat bagi sahabat palui sekalian. mohon maaf jika terdapat kekurangan. dan dimohonkan untuk keritik dan sarannya. terimakasih.

“Indahnya Berbagi”

 

Leave a Reply