Inilah Sebab Dan Akibat Berbuat Maksiat Serta Cara Menghindarinya

Akibat Berbuat Maksiat – Mungkin sudah zamannya dimana maksiat sudah tidak asing lagi dilihat karena banyaknya pelaku maksiat yang sudah berani dengan terang-terangan melakukannya. Hal ini dikarenakan berbagai sebab sehingga banyak orang yang melakukannya sehingga akan berakibat buruk bagi para pelakunya dan bahkan mendatangkan azab dari Allah SWT baik pada pelaku itu sendiri maupun lingkungan sekitar.

Nah, pada kesempatan kali ini kami dari paluipuntik akan memberikan sedikit penjelasan mengenai sebab dan akibat berbuat maksiat serta cara menghindarinya.

akibat berbuat maksiat

Sebab Dan Akibat Berbuat Maksiat Serta Cara Menghindarinya

Zaman sekarang sangan banyak kita jumpai para pelaku maksiat yang berani dengan terang-terangan melakukannya tanpa ada rasa malu lagi, padahal sangat besar akibat yang ditimbulkan dari maksiat tersebut.

Ada banyak sebab dan akibat berbuat maksiat yang mana perbuatan tersebut sangat dimurkai oleh Allah SWT sehingga kita haru dapat menghindari hal-hal yang berbau maksiat. Karena segala akibat yang timbul disebabkan oleh ulah dari pelakunya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al- Qur’an:

“Dan musibah apapun yang meimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri,” (QS. As-Syuura : 30)

Sebenarnya kita telah mengetahui semakin berkembangnya zaman maka semakin merajalela kemaksiatan yang ada dimuka bumi, pelakunya semakin berani berbuat maksiat secara terang-terangan dan didepan umum, contoh hal kecilnya adalah pacaran, mabuk, dan lain sebagainya tanpa perduli adanya hukum Allah SWT.

Akibat berbuat maksiat yang ditimbulkan yakni bisa kepada orang itu sendiri dan dapat pula kepada orang banyak. Secara umum akibat yang ditimbulkan kepada orang banyak adalah terjadinya bala bencana karena telah berani terang-terangan melakukan maksiat serta orang-orang sekitar tidak perduli dengan para pelaku yang berbuat maksiat.

Kita pun tahu bahwa segala bala musibah yang timbul merupakan suatu peringatan dari Allah SWT untuk kembali kejalan yang benar. Sebagaimana FirmanNya dalam Al Qur’an:

“Dan sungguh-sungguh Kami akan menimpakan adzab kecil (di dunia) sebelum adzab yang lebih besar (di akhirat) agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajdah: 21).

Perbuatan maksiat terjadi karena ada sebab dan factor yang dapat mempermudah seseorang atau pelakunya untuk berbuat maksiat, berikut penjelasannya.

Sebab-sebab Maksiat

akibat berbuat maksiat

Sebab-sebab yang menimbukan perilaku maksiat yakni sebagai berikut:

1. Lemahnya Iman

Hal yang pertama yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah kurangnya iman, hal ini disebabkan karena kurangnya ilmu yakni Ma’rifatullah atau mengenal Allah SWT. Jika kita sudah mengenal Allah SWT maka kita akan tahu bahaya maksiat sehingga dapat menguatkan iman kita, karena adanya rasa takut kepada Allah SWT maka kita tidak akan sanggup dan berbuat segala sesuatu yang menjerumuskan kita yakni maksiat.

2. Pergaulan

Hal yang kedua yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah pergaulan. Semakin berkembangnya zaman maka maka semakin bebas pula dalam bergaul hingga tak begitu mengenal lagi seperti apa teman pergaulannya. Karena akibat pergaulan yang terlalu bebeas kita tak akan terlepas dari maksiat. Hal ini telah diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits:

Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW Bersabda: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad).

3. Pandangan

Hal yang ketiga yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah pandangan, sebab pandangan merupakan panah iblis serta sesuatu yang dapat ditimbulkan oleh pandangan adalah syahwat. sehingga Allah SWT memerintahklan kita untuk menjaga dan menahan pandangan kita. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nuur: 30)

Begitu pula dengan Hadits Rasulullah SAW:

Dari Jabir bin Abdullah RA: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

4. Waktu Luang atau waktu senggang

Hal yang keempat yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah waktu luang dan senggang, Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW:

Dari Ibnu Abbas Ra : ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari)

5. Makanan haram

Hal yang kelima yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah makanan yang haram. Semakin kita mencari makanan yang haram yang tidak diridhoi Allah SWT dan kita pun memakannya maka makanan yang masuk kedalam tubuh dan bercampur dengan darah daging maka akan menimbulkan kita senantiasa menyukai perbuatan maksiat.

6. Tempat atau Lingkungan

Hal yang keenam yang dapat menimbulkan kita untuk berbuat maksiat adalah tempat dan lingkungan. Jika kita berada dilingkungan yang mana lingkungan tersebut berkumpulnya orang-orang ahli maksiat maka otomatis kita juga dapat terjerumus kedalam perbuatan maksiat pula.

Selain sebab diatas ada lagi sebab yang dapat menimbulkan perbuatan maksiat yang paling berbahaya, yakni media. Sebab dengan adanya media orang-orang akan mudah terjerumus kepada maksiat, dengan karena adanya medialah yang membuat pengaruh-pengaruh maksiat. Yang paling kecil adalah maksiat mata yang berakibat rusaknya hati hingga menimbulkan perilaku maksiat lainnya. Karena (dari mata turun kehati).

Akibat Berbuat Maksiat

akibat berbuat maksiat

Adapun akibat berbuat maksiat yang diterangkan oleh Ibnu Qayim Al Jauziyah:

“Perbuatan maksiat adalah faktor terbesar yang menghapus barakah usia, rezeki, ilmu, dan amal. Setiap waktu, harta, fisik, kedudukan, ilmu, dan amal yang Anda gunakan untuk maksiat kepada-Nya, maka sebenarnya semua bukan milik Anda. Usia, harta, kekuatan, kedudukan, ilmu, dan amal yang merupakan milik Anda sebenarnya adalah yang digunakan untuk ketaatan kepada Allah.”

Ada banyak akibat yang ditimbulkan dari perilaku maksiat. Berikut akibat-akibat berbuat maksiat:

1. Gelap Hati

Akibat berbuat maksiat yang pertama adalah dapat menggelapkan hati. Kita telah tahu bahwa adanya cahaya yang terpancar kedalam hati, namun jika kita berbuat suatu maksiat maka hal tersebut dapat memadamkan cahaya yang ada dalam hati kita.

Sebagaimana perkataan Imam Malik RA:

 “Aku melihat Allah telah menyiratkan dan memberikan cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”

2. Menyebabkan Kebodohan

Akibat berbuat maksiat yang kedua yakni dapat menghalangi pelaku maksiat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan atau menyebabkan kebodohan. Sebab ilmu merupakan cahaya dan cahaya tersebut tidak akan diberikan kepada pelaku dan ahli maksiat.

Sebagaimana perkataan Imam Syafi’I Rahimahullah:

Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

3. Menghalangi Rezaki

Akibat berbuat maksiat yang ketiga yakni dapat menghalangi datangnya rezeki. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW :

“Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya,” (HR. Ahmad).

4. Menjauhkan Diri Dari Allah SWT

Akibat berbuat maksiat yang keemapt yakni dapat menbuat jarak antara kita dengan Allah SWT atau yang lebih jelasnya dapat menjauhkan kita dari Allah SWT akibat perbuatan dosa atau maksiat.

Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati kita, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa diatas dosa.”

5. Menjaukan Diri Dari Orang-orang Sholeh

Akibat berbuat maksiat yang kelima yakni dapat menjauhkan kita dengan orang-orang baik dan sholeh. Sebab, semakin sering dan semakin berat kita berbuat maksiat maka akan semakin jauh pula jarak kita terhadap orang-orang baik dan orang-orang sholeh. Karena pelaku maksiat pasti akan dan lebih senang berkumpul dengan orang-orang yang berbuat maksiat pula.

6. Mempersulit Segala Urusan

Akibat berbuat maksiat yang keenam yakni dapat mempersulit segala urusan, karena kita tahu bahwa ketakwaan merupakan sesuatu yang dapat mempermudah segala urusan sehingga yang dapat membuat sulitnya segala urusan adalah kemaksiatan dari pelakunya.

Pada dasarnya ketakwaan merupakan cahaya yang terang benderang dan yang menggelapkan dan mematikan cahaya tersebut adalah kemaksiatan. Sebagaimana perkataan dari Ibnu Abbas RA:

“Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.”

Apabila kita gemar berbuat maksiat maka setiap makhluk yang ada akan menjadi benci sehingga menjadikan sulitnya segala urusan.

7. Menumbuhkan Maksiat Yang Lain

Akibat berbuat maksiat yang ketujuh yakni dapat menimbulkan atau menumbuhkan maksiat lainnya, sebagaimana seorang ulama salaf berkata bahwa jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku.

Cara Menghindari Maksiat

akibat berbuat maksiat

Kita telah tahu bagaimana akibat berbuat maksiat, untuk menghindarinya yang paling utama adalah meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT yakni dengan menjalankan segala apa-apa yang diperintahkanNya dan menjauhi segala apa-apa yang dilarangNya

Setelah itu kita senantiasa menguatkan iman kita dengan menjaga pandangan, menghindari makanan yang haram, memanfaatkan waktu luang dengan segala kebaikan, menjaga pergaulan dengan memilih teman yang baik yang dapat membawa kita kepada kebaikan, serta menjauh dari lingkungan yang mana lingkungan tersebut ada banyak orang-orang yang melakukan maksiat.

Untuk itu kita yang telah berada pada zaman dimana maksiat dimana-mana ada, bahkan bermaksiat tak mengenal tempat. Maka hendaknya kita menuntut ilmu dengan menghadiri majelis-majelis ilmu dan dzikir serta berkumpul dan berteman dengan orang-orang baik dan sholeh agar kita selalu ingat dengan Allah SWT serta takut akan hukuman dan azab yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita akibat dosa dan maksiat yang kita lakukan.

Semoga kita semua senantiasa diberikan hidayah serta diberikan perlindungan oleh Allah SWT sehingga kita dapat menjaga diri dari hal-hal yang menyebabkan dosa serta maksiat.

 

Nah, Inilah yang dapat kami tulis dan kami sampaikan mengenai sebab dan akibat berbuat maksiat, dan mungkin masih ada banyak sebab atau factor lainnya yang menimbulkan seseorang untuk berbut maksiat serta akibat lainnya lagi. Semoga memberikan manfaat bagi sahabat palui sekalian, mohon maaf jika ada kesalahan, dan dimohonkan kritik dan sarannya pada kolom komentar.

Dan semoga kita senantiasa dilindungi dan selalu dijaga oleh Allah SWT agar dapat menghidari dan terhindar dari perbuatan-perbuatan maksiat.

 

Leave a Reply